Senin, 04 November 2019

Ukur Seberapa Kecanduan Dirimu pada Media Sosial

Posting oleh Dory | Senin, November 04, 2019 | Berkomentar
Kecanduan Dirimu pada Media Sosial

Pada era yang serba menggunakan teknologi seperti sekarang ini media sosial sudah menjadi hal yang lumrah untuk dimainkan setiap saat.

Media sosial telah menjadi hal yang seolah wajib dicek setiap saat. Orang-orang yang terbiasa menggunakan media sosial mungkin akan merasa aneh dan gelisah jika sehari saja tak mengaksesnya.

Padahal, media sosial sebelumnya tak pernah ada dan kita bisa saja hidup tanpanya. Kebiasaan memakai media sosial ternyata bisa diukur menjadi standar diagnosa perilaku kecanduan.

Sebab, bagi sebagian orang media sosial bisa memunculkan perasaan yang membuat penggunanya ingin terus kembali mengakses. Manusia memiliki rasa sosial. Hal ini diwujudkan dengan interaksi dengan orang lain.

Mereka yang sangat sering menggunakan media sosial membangun toleransi terhadap rasa tersebut. Sehingga mereka terus membutuhkan akses media sosial untuk mendapatkan efek perasaan yang sama.

Studi-studi tentang kecanduan media sosial menyebut beberapa efek buruknya. Misalnya saja, sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang yang menggunakan satu platform sosial media untuk periode waktu yang lama cenderung membuat keputusan berisiko.

Studi lainnya mengaitkan penggunaan media sosial berlebih dengan penyakit fisik yang semakin banyak.

Penting untuk memahami bahwa studi-studi tersebut tidak menunjukkan sebab dan akibat, namun hasil dari studi tersebut tetap saja mengkhawatirkan.

Orang-orang yang mengalami adiksi media sosial dianggap sama buruknya dengan mereka yang jarang olahraga.

Namun, di mana batasan "berlebihan" ber-medsos yang dimaksud?

Kita mungkin masih sulit mengukurnya. Namun, Rock menyarankan agar kita bertanya pada orang-orang terdekat apakah kita sudah berlebihan memakai media sosial atau tidak.

Jika masih kurang yakin, cobalah berhenti menggunakannya sejenak dan lihat apa yang kamu rasakan.

Para peneliti mulai melihat hubungan paralel terhadap orang-orang yang mungkin mengalami adiksi media sosial. Namun, karena media sosial masih merupakan hal baru, penelitian yang ada baru sebatas di permukaan.

Senin, 09 September 2019

Memiliki Pola Tidur Teratur dengan Rutin Olahraga

Posting oleh Dory | Senin, September 09, 2019 | Berkomentar
Pola Tidur Teratur

Pola teratur dalam hal apapun akan memberikan efek yang positif begitupun pada olahraga. Jika kamu menginginkan badan ramping dan sehat tentu harus rutin menjalani olahraga dan gaya hidup sehat lainnya.

Ada banyak alasan kamu memilih jam olahraga, satu di antaranya adalah waktu luang. Ritme sirkadian adalah siklus tidur-bangun tubuh. Ritme yang baik akan memberi manfaat pada hari berikutnya.

Responden yang dipilih adalah laki-laki dan perempuan berusia 18-75 tahun, serta dianggap sehat. Hasilnya, peneliti menemukan, olahraga pada pukul 7.00 atau antara 13.00-16.00, membuat ritme sirkadian responden maju.

Sehingga, mereka yang mengalami kondisi itu dapat memulai kegiatan lebih awal pada hari berikutnya. Artinya, mereka merasa lebih segar dan siap untuk berolahraga lebih cepat setelah bangun tidur.

Sebaliknya, berolahraga di malam hari antara jam 19.00-22.00 justru menunda jam tubuh. Artinya, mereka memiliki waktu yang lebih sulit untuk mencapai "mode" performa puncak, hingga keesokan hari.

Oleh karena itu, mereka yang berolahraga malam merasa tidurnya kurang nyenyak saat bangun pagi, dan baru pada sore atau malam hari mereka merasa memiliki energi lebih.

Menurut co-writer studi Shawn Youngstedt, temuan ini mungkin sangat penting bagi mereka yang memiliki gangguan pada ritme sirkadian.

Bahkan, temuan ini berguna bagi mereka yang "social jet lag", orang yang tidur terlalu larut di akhir pekan, karena aktivitas di malam sebelumnya.

Kalau kamu termasuk orang yang menyukai tidur akhir pekan, tetapi memiliki masalah untuk bangun pagi di hari berikutnya, maka bisa menggunakan pola ini.

Kamu bisa memilih olahraga antara pukul 13.00-16.00 demi mengatur ritme sirkadian lebih awal pada hari berikutnya.

Kendati demikian, meskipun slot waktu pagi atau sore itu bisa membantu ritme sirkadian normal, olahraga malam juga bisa berguna bagi mereka yang mencoba menyesuaikan diri dengan pekerjaan malam hari.

Youngstedt mencontohkan, seorang perawat yang mulai bekerja saat shift malam mungkin ingin beralih ke olahraga saat malam hari untuk mengatur ulang jam tubuh karena jam kerja yang berbeda.

Namun, Youngstetd mengaku tidak mengetahui pasti alasan di balik efek olahraga pada ritme sirkadian.

Namun, katanya, ada dua senyawa dalam tubuh—hormon serotonin dan neurotransmitter dan neuropeptida Y—yang mungkin berperan.

Berolahraga cenderung mengatur pelepasan hormon tersebut, sehingga membantu ritme sirkadian berfungsi dengan baik.

Selasa, 13 Agustus 2019

Dampak Baik Status "Single" untuk Dirimu

Posting oleh Dory | Selasa, Agustus 13, 2019 | Berkomentar
Single

Mempunyai pasangan mungkin di idamkan sebagian besar orang, karena berpikir tidak akan merasa kesepian. Namun dibalik status jomblo ternyata ada suatu kebaikan yang kadang tak tampak.

Tak sedikit orang yang berpindah dari hubungan satu ke hubungan lainnya karena terlena dengan perasaan senang mendapat perhatian. Padahal, hal itu bisa meningkatkan risiko jatuh ke orang yang salah atau bahkan terjebak dalam "hubungan beracun".

Namun, orang-orang tersebut menganggap, bersama orang yang salah lebih baik ketimbang melajang.

Müller mengatakan, beberapa kliennya adalah orang-orang yang tidak pernah menyandang status lajang. Menurutnya, ketakutan mereka aneh.

Padahal, Müller menilai status lajang adalah kesempatan untuk mengenal diri sendiri dan belajar mencintai diri sendiri dengan lebih baik.

Ketika kita terus mendapatkan pujian serta kepercayaan diri berdasarkan apa yang dikatakan orang lain, maka kita akan bergantung pada mereka.

Contohnya, mungkin menyenangkan mendengarkan pujian cantik, hebat atau kata-kata indah dari orang lain. Namun, ketika kita tidak mengatakan hal yang sama pada diri kita sendiri, artinya kita hanya mendapatkan validasi dari luar.

Jika pasangan mu berselingkuh, mencintai orang lain selain dirimu, atau bahkan meninggal, validasi tersebut hilang. Pada akhirnya, kita akan merasa terasing dan perasaan itu tidaklah baik.

Jika kamu melakukan pendekatan hubungan seperti ini (menggantikan validasi yang hilang dari mantan pasangan dengan orang baru), maka kamu cenderung akan merasakan kebencian terhadap mantanmu.

Sangat sulit untuk keluar dari siklus "racun" tersebut. Namun, siklus tersebut bisa diselesaikan dengan menerima status lajang meskipun kesempatan muncul di sekitar.

Hal itu akan menyebabkan kemerdekaan perkembangan emosional yang akan membantu emosimu lebih stabil.

Menurut Müller, jika kita memahami diri kita sendiri, kita akan cenderung memahami orang lain.

Mempelajari diri sendiri juga akan membantumu di masa depan ketika bertemu dengan orang yang tepat.

Kamu akan lebih menyadari bahwa sebuah hubungan adalah tentang saling memberi, bukan hanya menerima, dan kamu akan merasa lebih percaya diri karena kamu bisa mengatasinya jika hubunganmu sedang mengalami hambatan.

Senin, 15 Juli 2019

Pahami Olahraga Kardio Sebelum Melakukannya

Posting oleh Dory | Senin, Juli 15, 2019 | Berkomentar
Olahraga Kardio

Kebanyakan olahraga yang masyarakat umum lakukan adalah sebuah olahraga berjenis kardio baik itu lari, sepeda atau olahraga lain yang membutuhkan intensitas tetap beberapa lama.

Ada berbagai istilah olahraga yang banyak digunakan di sekitar kita. Namun, tak sedikit orang yang menjalankannya tanpa memahami istilah yang dimaksud.

Salah satunya adalah 'kardio'. Sudah kah semua orang memahami betul apa yang dimaksud kardio?

Personal trainer tersertidikasi menjelaskan, fokus utama olahraga kardio adalah meningkatkan denyut jantung dan menjaganya.

Kardio adalah latihan ritmis dan kontinyu yang menggunakan kelompok otot besar untuk menjaga darah tetap terpompa dengan baik.

Ritmis yang berkelangsungan secara alami sangat lah penting.

Jadi, kardio tak membiarkan detak jantung melonjak naik kemudian membiarkannya turun drastis.

Olahraganya sendiri tidak terlalu penting. Intinya selama kamu mencapai detak jantung tinggi yang stabil, maka kamu melakukan kardio.

Lalu, apa saja olahraga yang masuk kategori kardio?

Kamu bisa memilih latihan kardio apapun yang bisa membuat detak jantungmu terpacu. Beberapa kardio klasik di antaranya adalah jalan kaki, lari, bersepeda, mendayung, naik tangga, menari, dan lainnya.

Direrekomendasikan kardio setidaknya 150 menit setiap minggunya. Angka tersebut bisa kamu bagi menjadi 30 menit dalam lima hari.

Kardio memiliki banyak manfaat. Mulai dari membakar lemak dan mencegah penyakit, hingga meningkatkan mood.

Jadi, kini kamu sudah memahami apa yang dimaksud kardio. Saatnya kamu berolahraga!